Membangun Kepemimpinan Pendidikan Masa Depan Melalui Pelatihan Senior Master Teacher

Kendal (hidayatullahjateng.or.id/) – Dikdasmentren Hidayatullah Jawa Tengah kembali menyelenggarakan Pelatihan Senior Master Teacher (SMT) untuk tahun ketiga, sejak pertama kali digagas pada tahun 2023. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Sabtu, 10 Mei 2025, di Hotel dan Resto Tirto Arum, Kendal, Jawa Tengah, dan diikuti oleh 67 peserta yang terdiri dari unsur yayasan, kepala bagian pendidikan daerah, seluruh kepala sekolah dan wakil kepala sekolah dari jenjang TK hingga SLTA, serta guru-guru senior profesional yang telah tersertifikasi.

4 Narasumber Utama

Pelatihan tahun ini menghadirkan beberapa narasumber utama. Dari DPP Hidayatullah hadir Dr. Nanang Noerpatria, M.Pd yang menyampaikan materi tentang penguatan standardisasi dan ekspansi sekolah serta sosialisasi buku sistem pendidikan Hidayatullah. Dari DPW Hidayatullah, Ust. Ahmad Ali Subur, S.E membawakan materi bertema Kepemimpinan Sekolah Masa Depan. Sementara dari Departemen Pendidikan Hidayatullah Jawa Tengah, Ust. Usman Wakimin, M.Pd menyampaikan materi Menjadi Guru Responsif, yang didukung oleh tim SDI, Ust. Saryo, M.Pd, dengan topik Guru Senior Menginspirasi. Sesi pelatihan juga dilengkapi materi Matematika Fun dari tim Mentari.

Pasca pandemi, muncul data yang menunjukkan bahwa banyak guru senior di Jawa Tengah yang selama ini konsisten mengelola pendidikan Integral Berbasis Tauhid telah berpulang. Kondisi ini menjadi dasar lahirnya gagasan untuk menyelenggarakan pelatihan Senior Master Teacher, sebagai ruang untuk membahas tantangan dan peluang pendidikan masa depan.

Pelatihan ini bukan hanya diperuntukkan bagi guru penerima tunjangan profesi, tetapi layak diikuti oleh semua guru senior, tanpa batasan jabatan struktural. Sebab, guru senior adalah ujung tombak keberlanjutan pendidikan yang unggul dan berkualitas.

\"\"

Tujuan

Dalam pendidikan Integral Berbasis Tauhid di lingkungan Hidayatullah, guru tidak hanya dituntut untuk menjadi profesional, tetapi juga profetik. Pelatihan SMT yang diselenggarakan setiap tahun ini memiliki tujuan utama untuk:

  • Mengukur komitmen guru senior dalam meningkatkan profesionalisme dan kepemimpinannya,
  • Mewariskan pengalaman dan pengetahuan kepada generasi berikutnya melalui karya-karya tulis,
  • Merancang dan memahami konsep perubahan serta inovasi dalam dunia pendidikan,
  • Mengembangkan pendidikan Integral Berbasis Tauhid sesuai peran dan level kepemimpinannya masing-masing.

Seorang guru senior profesional dan profetik dituntut memiliki kompetensi mengajar yang baik, visi dan misi yang jelas, serta mampu menginspirasi dan membimbing siswa maupun rekan sejawat. Mereka harus menjadi teladan, membentuk generasi unggul dalam iman, ilmu, dan amal.

Pengelolaan guru senior membawa banyak harapan yang terus berkembang dari tahun ke tahun. Oleh karena itu, diperlukan pola tata kelola yang adaptif namun tetap fokus pada dedikasi guru senior terhadap lembaga. Pada pelatihan SMT tahun ini, digunakan metode diskusi kelompok kecil. Setiap kelompok mendiskusikan materi yang sama dengan fokus pada pengungkapan dedikasi masing-masing peserta. Hasil dari diskusi ini kemudian didokumentasikan dalam bentuk karya tulis atau buku berisi pesan-pesan dan mutiara pengalaman perjuangan mereka sebagai guru.

\"\"

Kepemimpinan Masa Depan

Guru senior juga harus memiliki kesadaran diri sebagai sosok senior. Kesadaran ini tidak cukup hanya memahami karakteristik guru senior, tetapi juga menyadari tanggung jawab untuk menjadi inspirasi dan sumber semangat bagi orang lain. Mereka diharapkan menjadi teladan, bukan hanya melalui ucapan, tetapi melalui tindakan nyata; serta mampu memberi motivasi dan menjaga semangat lingkungan sekitarnya.

Kepemimpinan pendidikan masa depan tergambar dari sosok guru yang:

  • Visioner dan inovatif,
  • Memiliki kemampuan berpikir kritis dan strategis,
  • Loyal dan berkomitmen tinggi,
  • Terus belajar dan berkembang,
  • Kompeten dalam memimpin perubahan.

Konsep Pendidikan Integral Berbasis Tauhid (PIBT) menjadi dasar pendidikan yang holistik dan spiritual. Pendidikan di Hidayatullah tidak hanya berorientasi pada transfer pengetahuan, tetapi juga membentuk kader tangguh. Sebagaimana ditegaskan oleh Pemimpin Umum Hidayatullah, semua jenjang pendidikan di Hidayatullah — mulai dari KB/TK hingga perguruan tinggi — adalah sekolah kader. Sekolah kader menanamkan nilai-nilai adab, keikhlasan, dan ketakwaan sebagai inti dari proses pendidikan.

Untuk mewujudkan kepemimpinan sekolah masa depan di lingkungan Hidayatullah, diperlukan langkah strategis berupa rekonstruksi sekolah yang menyentuh empat aspek utama: kepemimpinan, spirit, sistem, dan kultur.

*/Imam Suja\’i