MALANG (hidayatullahjateng.or.id) – Sebanyak 30 peserta terdiri dari unsur tim Depdiktren, Ketua Yayasan dan Kepala Sekolah Integral Hidayatullah Jawa Tengah melakukan kegiatan banchmarking ke Yayasan Pendidikan Islam Ar Rohmah Malang Jawa Timur. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya peningkatan mutu pendidikan integral melalui pengembangan sumber daya manusia, peningkatan sistem pendidikan dan optimasi strategi rekruitmen siswa baru.
Dalam kegiatan yang dilaksanakan dari tanggal 20 sampai dengan 21 Mei 2026 ini para peserta mengikuti sesi diskusi dan observasi lapangan di lingkungan kampus pondok pesantren Ar Rohmah yang berada di kawasan Dau, Malang.
Dalam sambutannya, K.H. M. Arifin selaku ketua Pembina Yayasan Ar Rohmah berharap kegiatan benchmarking ini dapat menjadi sarana diskusi, tukar ide, dan berbagi pengalaman dalam mengembangkan pondok pesantren di tempat tugas masing-masing peserta.
Sementara itu Ust. Imam Suja’i, S.Pt. selaku Kadepdiktren Hidayatullah Jawa Tengah menyampaikan bahwa fokus utama kegiatan benchmarking kali ini adalah pengembangan sekolah dan kampus model yang mampu menjadi rujukan dalam peningkatan kualitas pendidikan dan kepesantrenan.
Lebih lanjut disampaikan ket. Dept. Pendidikan -Kepesantrenan bawa kondisi secara fisik Arrohmah saat ini jangan menjadikan kita silau dan takjub.
Karena adanya fasilitas-fasilitas yang dibangun tidak sekedar penampakan secara fisik saja, tapi di dalamnya banyak nilai-nilai heroik yang dibangun yang mewarnai dari awal hingga menjadi tumbuh, berkembang seperti saat ini.

Dalam sesi dialog yang dipandu oleh Ust. Imam Malik disampaikan beberapa poin penting terkait pengembangan lembaga pendidikan dan kepesantrenan, di antaranya:
• Lembaga pendidikan Ar Rohmah merupakan bagian dari dakwah yang terintegrasi dengan pengembangan pendidikan.
• Sasaran dakwah Ar Rohmah menyasar kalangan menengah atas dari berbagai wilayah di Indonesia.
• Pengembangan sumber daya manusia menjadi salah satu fokus utama dalam menjaga kualitas pendidikan dan layanan pesantren.
• Pentingnya membangun sistem pendidikan yang unggul, profesional, dan memiliki daya saing.
• Sekolah model diharapkan mampu menjadi pusat inspirasi dan pengembangan mutu pendidikan di lingkungan Hidayatullah.
Kegiatan benchmarking ini berlangsung dengan suasana aktif dan penuh semangat kolaborasi. Para peserta mendapatkan kesempatan untuk berdiskusi langsung mengenai strategi pengembangan sekolah, manajemen kepesantrenan, penguatan SDM, hingga strategi rekrutmen peserta didik baru.
Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir berbagai gagasan dan langkah strategis yang dapat diterapkan di lembaga masing-masing guna memperkuat kualitas pendidikan integral Hidayatullah di Jawa Tengah.
Reporter : Ridlon, S.Si.
