SEMARANG (hidayatullahjateng.or.id) — Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Hidayatullah Jawa Tengah menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertema penggabungan wilayah Jawa Tengah Utara dan Jawa Tengah Selatan, Kamis (20/8/2026), bertempat di Gedung Dakwah Hidayatullah Jawa Tengah.
FGD ini dihadiri oleh Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Hidayatullah, Dr. Nanang Noerpatria, sebagai narasumber. Kegiatan diikuti Dewan Murabbi Wilayah Jawa Tengah, Dewan Pengurus Wilayah Jawa Tengah, serta para ketua Amal Usaha, Badan Usaha, dan Organisasi Pendukung (Orpen) tingkat wilayah.
Dalam paparannya, Nanang Noerpatria menyampaikan gagasan langkah-langkah strategis penataan kembali organisasi Hidayatullah di Jawa Tengah, yang berfokus pada tiga pilar utama: penguatan sistem organisasi, ekspansi dakwah, dan kemandirian ekonomi lembaga. Penataan ini dilatarbelakangi kebutuhan untuk merapikan struktur dan operasional antara wilayah Jawa Tengah Utara/Pusat dan Jawa Tengah Selatan, sekaligus menciptakan sinergi dan efisiensi dalam pengelolaan wilayah dakwah yang lebih optimal di bawah satu garis komando.
Salah satu poin yang dipaparkan adalah penguatan tata kelola kesekretariatan dan administrasi di tingkat Dewan Pimpinan Daerah (DPD). Sekretaris DPD diposisikan sebagai pusat komunikasi, pengontrol program, sekaligus pengelola kehumasan strategis di daerah masing-masing. Selain itu, akan dilakukan penertiban tata naskah dinas guna meningkatkan efektivitas dan akuntabilitas, digitalisasi data keanggotaan untuk mempermudah monitoring dan koordinasi, serta standardisasi alur koordinasi dari DPW ke DPD agar operasional organisasi berjalan lebih lancar pasca penggabungan.

Dalam forum tersebut juga ditekankan pentingnya kolaborasi erat antara DPW dengan sejumlah organisasi pendukung dan badan otonom, di antaranya Muslimat Hidayatullah (Mushida), Pemuda Hidayatullah (Pemhida), maupun Gerakan Mahasiswa Hidayatullah (GMH) serta Baitul Maal Hidayatullah (BMH) . Kolaborasi ini diharapkan mampu mengeksekusi program-program strategis secara terpadu dan sinergis pasca penyatuan garis komando, sehingga memberikan dampak yang lebih luas bagi umat.
Di akhir paparannya, Sekjen DPP Hidayatullah menegaskan bahwa langkah penggabungan dan penataan kembali ini disusun secara bertahap, dimulai dari penguatan sinergi dan komitmen bersama, kemandirian ekonomi, ekspansi dakwah, hingga terwujudnya organisasi yang kuat. Ia berharap penyatuan garis komando Jawa Tengah Utara dan Selatan ini dapat menjadi fondasi bagi layanan organisasi yang lebih kokoh serta dakwah yang menjangkau lebih luas dengan dampak berkelanjutan bagi umat.
FGD ini menjadi salah satu tahapan penting dalam proses penggabungan wilayah Jawa Tengah Utara dan Selatan, sekaligus wadah bagi Dewan Murabbi Wilayah, Dewan Pengurus Wilayah, dan pimpinan Amal Usaha-Badan Usaha-Orpen untuk menyamakan pandangan sebelum kebijakan penataan organisasi ini diimplementasikan secara menyeluruh.
Reporter : EE
