Leader sebagai Episentrum Organisasi

Batang, 2 Agustus 2025 (hidayatullahjateng.or.id/) – Di tengah derasnya arus disrupsi digital dan kompleksitas tantangan zaman, Hidayatullah Jawa Tengah menggelar Leadership Training bertema “Berani untuk Berubah” di Kabupaten Batang. Kegiatan ini diikuti oleh unsur forum struktural wilayah: Dewan Pengurus Wilayah (DPW), Dewan Murabbi Wilayah (DMW), para ketua orpen/amal/badan usaha wilayah, serta para ketua DPD dan yayasan dari seluruh Jawa Tengah.

Pelatihan kepemimpinan ini bukan sekadar rutinitas agenda organisasi, melainkan sebuah ikhtiar serius dalam merespons realitas zaman yang terus berubah. Para pemimpin wilayah dan daerah berkumpul untuk meneguhkan kembali peran sentral seorang leader sebagai episentrum gerak organisasi.

Berlelah-lelah Demi Ketaatan

Acara dibuka dengan pengarahan dari anggota Dewan Murabbi Wilayah, Ustadz Ahmad Suwarno, yang menyentuh sisi ruhiyah dari perjalanan seorang pemimpin dakwah. Dalam tausiyahnya, beliau mengingatkan bahwa dunia bukan tempat untuk beristirahat.

“La rohata fid dunya – tidak ada istirahat di dunia. Justru puncak kenikmatan seorang hamba adalah ketika ia lelah dalam rangka taat kepada Allah,” ungkapnya.

\"\"

Memetakan Tantangan, Menyusun Strategi

Sebagai pemateri inti, Ketua DPW Hidayatullah Jawa Tengah, Ustadz Akhmad Ali Subur, memaparkan tantangan aktual yang dihadapi organisasi secara lugas dan terstruktur. Menurutnya, tantangan eksternal mencakup: Disrupsi digital yang mengubah pola interaksi dan informasi, Perilaku stakeholder yang semakin dinamis, Konstelasi kompetitor dakwah dan pendidikan yang semakin ketat, Regulasi birokrasi yang kompleks.

Sementara tantangan internal organisasi pun tak kalah mendesak: belum terumusnya Rencana Induk Pengembangan (RIP) dan Rencana Strategis (Renstra) secara jelas, lemahnya manajemen SDI, belum optimalnya kualitas layanan, serta minimnya kesadaran branding dan marketing.

Dalam konteks inilah, Ustadz Ali Subur menegaskan bahwa seorang pemimpin harus menjadi episentrum dari seluruh pergerakan organisasi.

\"\"

Tiga Pilar Kepemimpinan Strategis

Untuk menjawab tantangan tersebut, beliau memperkenalkan konsep kepemimpinan berbasis strategic leadership, yang terdiri dari tiga pilar:

1.Strategy Map – Menentukan arah dan strategi organisasi dengan cermat dan terukur.

2.Resources – Menyediakan dan mengelola sumber daya manusia dan aset organisasi dengan tepat.

3.Operation System – Membangun sistem operasional dan SOP yang efektif agar roda organisasi berjalan stabil.

“Jangan sampai pemimpin hanya pandai berbicara visi, namun tidak membangun sistem. Pemimpin itu bukan hanya orang yang bisa melihat jauh, tapi juga yang mampu menyusun jalan agar orang-orang bisa berjalan menuju tujuan,” tegasnya.

Berani Berubah, Siap Memimpin

Kegiatan Leadership Training ini menjadi titik penting bagi konsolidasi visi dan soliditas gerakan struktural Hidayatullah se-Jawa Tengah. Semangat berani untuk berubah bukan berarti meninggalkan nilai dasar organisasi, tetapi justru memperkuatnya dalam bentuk strategi dan eksekusi yang kontekstual.

Dengan bekal ruhiyah yang kuat, pemetaan tantangan yang jernih, dan strategi kepemimpinan yang sistematis, diharapkan para peserta kembali ke daerah masing-masing dengan semangat baru.

*/EE