Meningkatkan Kualitas Kader Dakwah, Muslimat Hidayatullah Gelar Daurah Mu’allimat dan Sirah Nabawiyah

Meningkatkan Kualitas Kader Dakwah, Muslimat Hidayatullah Gelar Daurah Mu’allimat dan Sirah Nabawiyah
65% Muslim Indonesia Belum Bisa Baca Al-Qur’an, Muslimat Hidayatullah Siap Cetak Penggerak Dakwah Al-Qur’an

Semarang, 23-24 Juni 2025 (hidayatullahjateng.or.id/) — Dalam rangka menjawab tantangan besar dakwah Al-Qur’an di Indonesia, Pengurus Wilayah Muslimat Hidayatullah Jawa Tengah menyelenggarakan Daurah Mu’allimat dan Daurah Sirah Nabawiyah di Kampus Al Burhan, Pondok Pesantren Hidayatullah Semarang. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, bertepatan dengan 27–28 Dzulhijjah 1446 H.

Kegiatan ini diikuti oleh para guru dan kader Muslimat dari berbagai daerah, dan bertujuan memperkuat kapasitas kader dakwah perempuan di bidang pengajaran Al-Qur’an serta pemahaman sejarah hidup Nabi Muhammad SAW sebagai teladan dakwah.

Daurah ini menghadirkan pemateri utama Syeikh Hamdi Habeeb Al Mishry, seorang ulama asal Mesir yang telah banyak berkiprah dalam pendidikan Al-Qur’an di Indonesia. Selain itu, turut menjadi instruktur wilayah dalam kegiatan ini adalah Ustadz Ahmad Ali Subur, S.E., Ustadzah Muthmainnah Rahma, S.Ag., yang menyampaikan materi Sirah Nabawiyah, serta Ustadzah Rumayya, S.H., yang membawakan materi Arabi Qur’an.

Dalam sambutannya, Ketua PW Muslimat Hidayatullah Jawa Tengah, Usth. Tri Wahyu P., S.Pd. menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah nyata dalam mencetak kader-kader da’iyah yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga cerdas spiritual dan berjiwa sosial.

“Kami berharap para mu’allimat yang mengikuti daurah ini mampu langsung mengamalkan ilmunya, mengajar Al-Qur’an kepada masyarakat, dan menjadi teladan dalam akhlak dan semangat dakwah,” ujarnya.

\"\"

Daurah ini memiliki tujuan-tujuan utama, antara lain:

  1. meningkatkan semangat berinteraksi dengan Al-Qur’an;
  2. membentuk komitmen untuk belajar secara mandiri dan disiplin;
  3. memahami serta menguasai metode membaca Al-Qur’an yang benar;
  4. menumbuhkan kepedulian untuk mengajarkan Al-Qur’an kepada masyarakat;
  5. memahami kepribadian Rasulullah SAW serta mencintainya;
  6. menjadikan sirah Nabi sebagai pedoman hidup dan metode pendidikan.

Kegiatan ini digelar karena realita bahwa 65% dari 230 juta umat Islam di Indonesia belum bisa membaca Al-Qur’an, sebagaimana data dari Dewan Masjid Indonesia. Artinya, sekitar 151 juta muslim Indonesia belum memiliki kemampuan dasar dalam membaca kitab sucinya.

Realitas ini menjadi panggilan dakwah yang mendesak. Melalui pelatihan semacam ini, Muslimat Hidayatullah menegaskan peran strategisnya dalam mempercepat gerakan literasi Al-Qur’an di kalangan umat, khususnya melalui para guru dan kader perempuan.

Dengan semangat membangun peradaban Islam melalui Al-Qur’an dan teladan Rasulullah SAW, kegiatan ini diharapkan menjadi tonggak penting lahirnya generasi penggerak dakwah yang tangguh, berilmu, dan berjiwa ikhlas dalam melayani umat.

*/Tri Wahyu P.