Jawa Tengah (hidayatullahjateng.or.id) – Musyawarah Daerah Gabungan (MusdaGab) Muslimat Hidayatullah Jawa Tengah dilaksanakan pada Jum’at-Sabtu, 6-7 Februari 2026, bertepatan dengan 18-19 Sya’ban 1447 H di 3 Rayon.
MusdaGab Muslimat Hidayatullah Jawa Tengah merupakan tindak lanjut dari Musyawarah Wilayah (Muswil) yang telah dilaksanakan dua pekan sebelumnya. Kegiatan ini menjadi forum musyawarah strategis di tingkat daerah yang melibatkan seluruh Pengurus Daerah (PD) Muslimat Hidayatullah se-Jawa Tengah.
Pelaksanaan MusdaGab terbagi ke dalam tiga rayon. Rayon timur meliputi Pengurus Daerah Kudus, Pati, Jepara, Rembang, dan Blora, dengan lokasi musyawarah di Kabupaten Pati. Rayon tengah meliputi Pengurus Daerah Semarang, Grobogan, Kendal, Salatiga, Boyolali, Banjarnegara, dan Purbalingga, yang dipusatkan di Kota Semarang. Sementara itu, rayon barat meliputi Pengurus Daerah Tegal, Pekalongan, Kajen, Pemalang, dan Batang, dengan lokasi pelaksanaan di Kabupaten Batang.
MusdaGab merupakan musyawarah terlengkap di tingkat daerah, karena seluruh Pengurus Daerah periode 2020–2025 diwajibkan menyampaikan laporan pertanggungjawaban kinerja selama lima tahun masa kepengurusan. Laporan tersebut menjadi bahan evaluasi yang akan ditindaklanjuti oleh kepengurusan berikutnya. Selain itu, MusdaGab juga menjadi ajang penetapan dan pelantikan Pengurus Daerah Muslimat Hidayatullah Jawa Tengah periode 2025–2030.
Dalam sambutannya, Ketua Pengurus Wilayah Muslimat Hidayatullah Jawa Tengah, Ustadzah Tri Wahyu Prihatin, S.Pd., menyampaikan bahwa agenda prioritas organisasi pada periode 2025–2030 dalam mewujudkan visi dakwah dan tarbiyah diawali dengan penguatan *tri-konsolidasi*, yaitu konsolidasi jati diri, konsolidasi organisasi, dan konsolidasi wawasan.
Konsolidasi jati diri, menurutnya, bertujuan memastikan proses internalisasi keimanan atau manifestasi iman dalam setiap aspek kehidupan kader, termasuk dalam dinamika organisasi, berjalan secara intens dan berkualitas. Dengan demikian, setiap kader diharapkan mampu merepresentasikan diri sebagai juru bicara peradaban Islam yang siap berkorban dan memiliki keberanian mengambil risiko maksimal demi izzul Islam wal muslimin.
Menyadari beratnya amanah perjuangan di lembaga, Ketua PW Muslimat Hidayatullah Jawa Tengah juga menekankan pentingnya menumbuhkan sikap tawakal yang tinggi, dengan senantiasa memohon kekuatan dan kemampuan hanya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Menutup sambutannya, Ustadzah Tri Wahyu Prihatin menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang setulus-tulusnya kepada seluruh Pengurus Daerah Muslimat Hidayatullah se-Jawa Tengah periode 2020–2025 atas dedikasi, pengorbanan tenaga, harta, pikiran, dan waktu selama lima tahun masa pengabdian. Ia berharap seluruh amal dan pengorbanan tersebut dicatat sebagai ibadah dan amal saleh yang kelak dibalas Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan surga-Nya.
Ucapan doa juga disampaikan kepada Pengurus Daerah Muslimat Hidayatullah periode 2025–2030 yang baru terpilih, semoga Allah memberikan kemudahan, kelancaran, dan keberkahan dalam mengemban amanah perjuangan lima tahun ke depan.
*/Lilis



