SEMARANG (hidayatullahjateng.or.id) — Pengurus Wilayah Muslimat Hidayatullah Jawa Tengah menggelar Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) pada 16–17 Mei 2026 di Semarang. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus merumuskan langkah strategis menghadapi tantangan dakwah ke depan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan Pengurus Pusat Mushida, Ustadzah Wulansari, serta Ketua DPW Hidayatullah Jawa Tengah, Ustadz Akhmad Ali Subur, S.E.
Rakerwil kali ini mengusung tema “Konsolidasi Jati Diri dan Transformasi Organisasi Menuju Muslimat Hidayatullah yang Mandiri dan Berpengaruh”.
Ketua PW Mushida Jawa Tengah, Ustadzah Tri Wahyu Prihatin, dalam sambutannya menyampaikan bahwa konsolidasi organisasi menjadi kebutuhan penting dalam menyatukan motivasi dan langkah perjuangan seluruh pengurus.
Menurutnya, penguatan konsolidasi diarahkan untuk mengusung dan mengawal mainstream organisasi, yakni tarbiyah dan dakwah, agar mampu memberikan dampak positif yang nyata di tengah masyarakat.
“Melalui konsolidasi, seluruh elemen organisasi dapat bergerak dalam satu visi dan semangat perjuangan yang sama,” ujarnya.
Senada dengan itu, Ketua DPW Hidayatullah Jawa Tengah, Ustadz Akhmad Ali Subur, menegaskan bahwa konsolidasi organisasi akan melahirkan kekuatan dan kekompakan dalam menjalankan program-program dakwah.
Ia menyampaikan bahwa kekompakan dalam jamaah akan mengundang keberkahan Allah SWT sekaligus menghadirkan dampak positif bagi umat.
Beliau juga menyebut bahwa tagline Hidayatullah Jawa Tengah, yakni “Lebih Kompak, Lebih Berdampak”, sejalan dengan tema besar yang diusung oleh DPP Hidayatullah.
Di akhir kegiatan, Ustadzah Wulansari memberikan penguatan sekaligus menutup rangkaian Rakerwil. Dalam arahannya, ia kembali menekankan pentingnya konsolidasi jati diri dan transformasi organisasi di seluruh jajaran pengurus daerah se-Jawa Tengah.
Ia mengingatkan agar seluruh pengurus selalu adaptif terhadap perubahan zaman serta terus meningkatkan inovasi dalam berbagai bidang pelayanan dan dakwah.
“Kegiatan rakerwil bukan sekadar formalitas, tetapi harus menjadi awal dari kerja nyata. Mushida harus hadir di tengah masyarakat dan melayani umat,” tegasnya.
Rakerwil ini diharapkan mampu memperkuat soliditas organisasi sekaligus melahirkan langkah-langkah strategis yang lebih efektif dalam membangun peran Muslimat Hidayatullah di tengah masyarakat.
Reporter : Lilis Budiarsih
