SEMARANG (hidayatullahjateng.or.id) — Yayasan Al Burhan menggelar Rapat Kerja Yayasan (Rakeryas) 2026 pada Senin, 27 April 2026, bertempat di Gedung Dakwah Hidayatullah Jawa Tengah. Kegiatan ini mengusung tema “SDI Solid, Cash Flow Sehat, Kinerjanya Berdampak”.
Sebanyak 21 peserta hadir dalam kegiatan tersebut, yang terdiri dari unsur pembina dan pengawas, pengurus harian, serta pengurus pleno yang merupakan ketua unit amal usaha. Selain itu, turut hadir tamu undangan dari berbagai unsur, di antaranya DPD Hidayatullah Kota Semarang, BTH Amwal, BMH perwakilan Jawa Tengah, POS Dai Jawa Tengah, RQH Al Fath, serta PD Musida Kota Semarang.
Dalam sambutannya, Ketua Yayasan, Ustadz Mukhlis, menyampaikan bahwa Rakeryas ini diharapkan mampu memberikan pengaruh yang positif dan sistematis dalam membentuk sumber daya insani yang solid, pengelolaan keuangan yang sehat, serta kinerja lembaga yang berdampak.
Ia juga melaporkan capaian program kerja tahun 2025 yang memperoleh nilai 76 dengan kategori baik, sebagai indikator bahwa lembaga terus bergerak ke arah yang lebih terstruktur dan progresif.
Sementara itu, Ketua Pembina Yayasan, Ustadz Hanifullah, menekankan pentingnya semangat perbaikan berkelanjutan dalam mengelola lembaga. Ia mengajak seluruh elemen untuk meneladani Rasulullah dan para sahabat, khususnya dalam momentum menjelang Perang Uhud, di mana Rasulullah menerima masukan sahabat dalam menentukan strategi.
Ia juga mengingatkan bahwa keterbatasan bukanlah hambatan, melainkan dapat menjadi pemicu lahirnya kekuatan dan ketangguhan, sebagaimana yang terjadi pada masa perjuangan kemerdekaan.

Rangkaian Rakeryas berlangsung selama satu hari yang diawali dengan penyampaian laporan pengurus terkait capaian program kerja selama satu tahun terakhir. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi evaluasi serta tanggapan dari peserta, sebelum masuk pada pemaparan program kerja tahun 2026.
Dalam arahannya, anggota pembina, Ustadz Ali Subur, menyampaikan apresiasi atas kinerja pengurus selama satu tahun terakhir. Ia menekankan pentingnya ketajaman dalam menentukan program prioritas dengan memilah bidang kerja yang menjadi core dan mana yang bersifat supporting.
Selain itu, ia juga mengingatkan agar seluruh program yang dijalankan senantiasa dikaitkan dengan Rencana Induk Pengembangan (RIP) serta diselaraskan dengan rencana strategis (renstra) yang telah disusun, sehingga arah gerak lembaga tetap fokus dan terukur.
Rakeryas Al Burhan 2026 ditutup dengan penyampaian catatan serta rekomendasi dari pembina dan pengawas, setelah menghimpun berbagai masukan dari seluruh peserta. Rekomendasi tersebut diharapkan menjadi pijakan dalam memperkuat kinerja kelembagaan ke depan.
Kegiatan ini menegaskan komitmen Yayasan Al Burhan untuk terus menghadirkan tata kelola lembaga yang profesional, terarah, dan berdampak nyata bagi umat.
Reporter : Abd. Aziz