Semarang (hidayatullahjateng.or.id) – DPD Hidayatullah Kota dan Kabupaten Semarang kembali menggelar Buka Puasa Pekan Kedua yang berlangsung khidmat di Musholla Putri, Pondok Tahfidz Al Burhan, Hidayatullah Kota Semarang, Ahad (2/2/26).
Kajian disampaikan oleh Ust. Nur Said Abdullah mengangkat tema pendalaman makna puasa menurut pemikiran Syech Abdul Kadir Zailani dan konsep penyucian jiwa menurut Imam Al-Ghazali.
Dalam tausiyahnya, Ust. Nur Said menjelaskan bahwa puasa memiliki tingkatan yang tidak berhenti pada aspek lahiriah semata.
Tiga Tingkatan Puasa
Pertama, Puasa Syariah, yakni puasa yang bersifat dzahir: menahan makan, minum, dan hal-hal yang membatalkan sejak terbit fajar hingga terbenam matahari.
Kedua, Puasa Thariqah (khusus), bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga melawan hawa nafsu, menjaga lisan, pandangan, dan seluruh anggota tubuh dari maksiat.
Ketiga, Puasa Hakikat, tingkatan yang sangat khusus, melibatkan kedalaman hati. Pada level ini, puasa menjadi jalan membangkitkan cahaya ilahiah dalam diri, dengan orientasi tunggal mencari ridha Allah semata.
“Banyak dari kita baru mengenal nama ‘Allah’, tetapi belum sungguh-sungguh mengenal-Nya melalui penyucian diri,” ungkap beliau dalam kajian tersebut.
Tazkiyatun Nafs atau Jalan Penyucian Jiwa
Menguatkan pemaparan tersebut, Ust. Nur Said juga menyinggung konsep Tazkiyatun Nafs sebagaimana dijelaskan oleh Imam Al-Ghazali, yakni proses penyucian jiwa melalui tahapan sistematis yakni,
Takhalli yakni proses mengosongkan diri dari sifat tercela (akhlak al-muhlikat) seperti sombong, iri, riya’, serta ketergantungan pada syahwat.
Tahalli yakni Menghiasi diri dengan sifat terpuji (akhlak al-munjiyat), memperbanyak ketaatan, dan membangun karakter ketuhanan dalam perilaku sehari-hari.
Tajalli yaitu Fase tersingkapnya cahaya keimanan (nur ilahi) dalam hati, sehingga seluruh gerak hidup selaras dengan kehendak Allah.
“Kalau seseorang mampu mengenal dirinya, maka ia akan sampai pada pengenalan kepada Tuhannya” jelas beliau, menekankan pentingnya refleksi batin selama Ramadhan.

Membangun Kesadaran Batin Jamaah
Ust. Eko Zainuri, selaku Ketua DPD Kota Semarang dalam sambutannya mengingatkan bahwa, kegiatan buka puasa bersama ini tidak hanya menjadi momentum silaturahim, tetapi juga sarana penguatan kesadaran ruhani bagi para santri dan jamaah. ia berharap rangkaian Buka Puasa Pekan Kedua ini, yang diselenggarakan oleh DPD Kota dan Kabupaten Semarang, mampu melahirkan pribadi-pribadi yang tidak hanya kuat secara syariah, tetapi juga matang secara thariqah bahkan hakikat, sehingga Ramadhan benar-benar menghadirkan transformasi batin yang berkelanjutan, Pungkas Eko Zainuri.
Reporter : Yusran Yauma