Sinergi Membangun Umat, Pengurus DPD Hidayatullah se-Jateng Ikuti Pembinaan Organisasi Bersama Kesbangpol

SEMARANG (hidayatullahjateng.com) — Dalam rangka memperkuat kapasitas struktural dan memperkokoh kiprah dakwah di tengah masyarakat, seluruh pengurus Dewan Pengurus Daerah (DPD) Hidayatullah se-Jawa Tengah mengikuti agenda Pembinaan Organisasi. Acara ini diselenggarakan di Gedung Dakwah Hidayatullah, Semarang, pada hari Sabtu (26/09/2026).

Kegiatan pembinaan ini menghadirkan Kepala Bidang Ketahanan Ekososbud dan Ormas Provinsi Jawa Tengah, Rahmat Winarto, S.H., sebagai pemateri utama. Di hadapan para pengurus, Rahmat memaparkan visi strategis Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terkait peran krusial ormas Islam, khususnya dalam menghadapi tantangan kompleks daerah seperti kemiskinan, disrupsi digital, hingga kerentanan keluarga.

Dalam pemaparannya, Rahmat menegaskan perlunya pergeseran paradigma bagi Ormas Islam, dari yang sebelumnya diposisikan sekadar sebagai entitas sosial administratif, kini harus bangkit sebagai motor penggerak utama pembangunan daerah.
“Pemerintah memang memegang kewenangan kebijakan, namun Ormas Islam seperti Hidayatullah memiliki modal sosial yang tak ternilai, yang seringkali tidak dimiliki pemerintah. Mulai dari jaringan akar rumput yang luas, kader dai yang berdedikasi, hingga tingkat kepercayaan sosial yang sangat kuat di tengah umat,” tegas Rahmat.

Untuk menerjemahkan nilai-nilai iman menjadi aksi nyata, Rahmat menjabarkan lima peran strategis yang harus diambil oleh ormas, yakni sebagai Civic Educator (pendidik kesadaran umat), Social Connector (penghubung elemen masyarakat), Community Empowerer (pemberdaya ekonomi), Social Problem Solver (penyelesai masalah sosial), dan Social Control (pemberi masukan yang konstruktif).

Secara khusus, Rahmat mengapresiasi struktur gerak Hidayatullah di Jawa Tengah. Ia menyoroti bahwa Hidayatullah telah hadir bukan sekadar sebagai organisasi kepengurusan, melainkan sebagai sebuah “ekosistem pembangunan” yang komprehensif.

Langkah-langkah strategis Hidayatullah dinilai sangat selaras dengan target pengentasan persoalan di Jawa Tengah. Jaringan Pesantren dan sekolah formal Hidayatullah dinilai efektif dalam mencetak kader pemimpin dan pemuda berkarakter. Di sektor ekonomi, kehadiran Baitul Maal Hidayatullah (BMH) memberikan kontribusi nyata dalam pemberdayaan UMKM dan pengentasan kemiskinan. Begitu pula dengan peran Muslimat Hidayatullah (Mushida) yang terus membina ketahanan keluarga, serta kiprah relawan yang selalu sigap dalam aksi kemanusiaan.

Di penghujung materinya, Rahmat berpesan mengenai pentingnya mengukur dampak dakwah secara terukur. Menurutnya, era kemitraan saat ini menuntut kerja kolaboratif yang berorientasi pada hasil akhir di lapangan.
“Keberhasilan gerakan kita tidak lagi cukup diukur dari berapa banyak kegiatan atau seminar yang diselenggarakan. Suksesnya sebuah ormas diukur dari berapa banyak keluarga yang berhasil menjadi lebih tangguh, berapa banyak ekonomi umat yang terangkat, dan masalah sosial apa yang berhasil kita cegah. Itulah esensi dari dampak nyata,” pungkasnya.

Melalui pembinaan organisasi ini, diharapkan seluruh jajaran pengurus DPD Hidayatullah se-Jawa Tengah semakin solid dan terarah dalam merancang program-program keumatan, memadukan semangat dakwah dengan kerja nyata membangun Jawa Tengah yang lebih baik.

Reporter : EE