Kudus (hidayatullahjateng.or.id) – DPD Hidayatullah Kudus menggelar kegiatan Tarhib Ramadhan pada Kamis, 6 Februari 2026, bertempat di Masjid Baitussalam Pesantren Hidayatullah Kudus. Kegiatan ini diikuti oleh santri dan jamaah dengan tujuan mempersiapkan diri secara spiritual dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadhan.
Hadir sebagai pemateri, Ustadz Masrukhin Ali Syafi’i, S.Ag., M.Pd., Anggota Dewan Murabbi Wilayah (DMW) Hidayatullah Jawa Tengah, menyampaikan materi dengan pendekatan reflektif dan edukatif. Dalam pemaparannya, ia mengajak peserta memandang Ramadhan sebagai sebuah lembaga pendidikan ilahiah yang dirancang langsung oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Menurutnya, Ramadhan memiliki sistem pendidikan yang jelas dan terstruktur. Input dari lembaga pendidikan tersebut adalah orang-orang yang beriman, pendidiknya adalah Allah SWT, kurikulumnya berlangsung selama 30 hari melalui ibadah puasa, sedangkan output yang diharapkan adalah lahirnya pribadi yang bertakwa.

Ustadz Masrukhin menjelaskan bahwa orang beriman memiliki sejumlah karakter utama, di antaranya hati yang bergetar ketika nama Allah disebutkan, iman yang bertambah saat ayat-ayat Allah dibacakan, sikap tawakal yang sepenuhnya tertuju kepada Allah, kesungguhan dalam mendirikan shalat, serta kesadaran untuk menginfaqkan sebagian rezeki yang telah dianugerahkan Allah SWT.
Lebih lanjut, ia menguraikan ciri-ciri orang bertakwa sebagai hasil akhir dari proses pendidikan Ramadhan. Orang bertakwa, menurutnya, adalah pribadi yang mampu berinfaq baik dalam keadaan lapang maupun sempit sebagai wujud kecerdasan finansial, mampu menahan amarah sebagai bentuk kecerdasan emosional, memiliki sifat pemaaf sebagai manifestasi kecerdasan sosial, segera mengingat Allah ketika melakukan kesalahan sebagai tanda kecerdasan spiritual, serta segera menghentikan perbuatan salah sebagai bukti kecerdasan intelektual.
Ia menegaskan bahwa iman dan takwa memberikan ketenangan dalam menjalani kehidupan. Orang yang beriman dan bertakwa tidak diliputi rasa takut dan kekhawatiran berlebihan terhadap masa depan, karena kehidupannya bersandar sepenuhnya kepada Allah SWT.
Melalui kegiatan Tarhib Ramadhan ini, Pesantren Hidayatullah Kudus berharap para santri dan jamaah dapat mempersiapkan diri secara optimal, sehingga bulan Ramadhan benar-benar menjadi sarana pembinaan diri menuju pribadi yang beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia.
*/EE