Kepemimpinan Berbasis Aturan dan Sinergi Organisasi Jadi Penekanan Rakor Ketua DPD Hidayatullah se-Jawa Tengah

Batang (hidayatullahjateng.or.id) —Departemen Organisasi Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Hidayatullah Jawa Tengah menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Ketua DPD Hidayatullah se-Jawa Tengah di Kampus Hidayatullah Batang, Jumat (17/7/2026). Kegiatan ini diikuti oleh Ketua DPD Hidayatullah, unsur Organisasi Pendukung (Orpen), pimpinan Amal Usaha, serta Badan Usaha Hidayatullah dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Tengah.

Kadept. Organisasi DPW Ustadz Usman Wakimin, M.Pd. menyampaikan materi tentang penguatan kepemimpinan organisasi dan sinergi antara organisasi dengan amal usaha sebagai fondasi keberlanjutan dakwah Hidayatullah.

Dalam paparannya, Ustadz Usman menegaskan bahwa kekuatan sebuah organisasi tidak hanya ditentukan oleh kualitas kepemimpinan, tetapi juga oleh harmonisasi hubungan antara struktur organisasi dengan amal usaha. Keduanya harus berjalan beriringan agar mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi umat.

“Sinergi organisasi dan amal usaha yang kuat akan melahirkan dampak yang lebih besar bagi umat dan bangsa,” ungkapnya.

Berdasarkan hasil evaluasi yang dipaparkan dalam forum tersebut, sekitar 50 persen daerah telah menunjukkan kondisi ideal, yakni organisasi berjalan baik dan amal usaha berkembang. Sementara itu, masih terdapat daerah yang menghadapi tantangan, baik pada aspek organisasi maupun pengelolaan amal usaha, sehingga diperlukan pendampingan dan penguatan secara berkelanjutan.

Menurutnya, organisasi yang maju ditandai dengan terlaksananya Peraturan Dasar Organisasi (PDO) dan Peraturan Organisasi (PO) secara konsisten. Adapun amal usaha yang maju ditunjukkan dengan terpenuhinya indikator-indikator yang telah ditetapkan sesuai ketentuan organisasi pada bidang pendidikan, pesantren, dan ziswaf.

Selain memaparkan pola hubungan organisasi dan amal usaha, Ustadz Usman juga menguraikan sejumlah persoalan mendasar yang masih menjadi tantangan kepemimpinan di lingkungan Hidayatullah.

Ia menyebutkan sedikitnya lima persoalan utama yang perlu mendapat perhatian bersama, yaitu kurangnya pemahaman terhadap aturan organisasi (PDO dan PO), penyalahgunaan wewenang, ketidakjelasan sumber pendanaan atau maisyah, dominasi pengaruh keluarga dalam pengambilan keputusan organisasi, serta masih perlunya penguatan karakter dan kompetensi kepemimpinan.

Menurutnya, seorang pemimpin Hidayatullah harus memahami aturan organisasi, menjaga amanah dalam menggunakan kewenangan, memiliki kejelasan sumber penghidupan, mampu menempatkan keluarga secara proporsional dalam urusan organisasi, serta terus meningkatkan kapasitas diri agar mampu menjawab tantangan dakwah yang semakin kompleks.

Rakor ini juga menjadi ruang konsolidasi bagi seluruh Ketua DPD dan unsur pimpinan Hidayatullah se-Jawa Tengah untuk menyamakan persepsi dalam menjalankan roda organisasi, memperkuat tata kelola kelembagaan, serta meningkatkan kualitas pelayanan dakwah melalui penguatan amal usaha.

Melalui kegiatan ini, DPW Hidayatullah Jawa Tengah berharap terbangun kesamaan visi di seluruh daerah sehingga organisasi semakin tertata, amal usaha semakin profesional, dan sinergi keduanya mampu mempercepat terwujudnya cita-cita Hidayatullah dalam membangun peradaban Islam yang mulia.

Reporter : EE