Rakor RQH se-Jawa Tengah Bahas Grand MBA, Perkuat Gerakan Membangun Peradaban Berbasis Al-Qur’an

Batang (hidayatullahjateng.or.id) —Departemen Dakwah dan Pelayanan Umat DPW Hidayatullah Jawa Tengah menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Rumah Qur’an Hidayatullah (RQH) se-Jawa Tengah di Kampus Hidayatullah Batang, Jumat (17/7/2026). Kegiatan ini diikuti oleh para Kepala Departemen Dakwah dan Ketua Rumah Qur’an Hidayatullah (RQH) dari seluruh kabupaten dan kota di Jawa Tengah.

Rakor yang dipimpin oleh Kepala Departemen Dakwah dan Pelayanan Umat DPW Hidayatullah Jawa Tengah, Ustadz Suharto, S.Pd., menjadi momentum konsolidasi untuk menyamakan arah gerak dakwah Al-Qur’an melalui implementasi Grand MBA (Membangun Peradaban Al-Qur’an).

Dalam pemaparannya disampaikan bahwa gerakan dakwah hari ini menghadapi tantangan besar. Data literasi Al-Qur’an menunjukkan masih rendahnya kemampuan masyarakat dalam membaca maupun memahami Al-Qur’an. Kondisi tersebut menjadi alarm bagi seluruh elemen dakwah untuk menghadirkan ikhtiar yang lebih terstruktur, masif, dan berkelanjutan.

Karena itu, Grand MBA dihadirkan sebagai arus utama gerakan Hidayatullah dalam membangun umat melalui Al-Qur’an. Gerakan ini tidak sekadar mengajarkan baca tulis Al-Qur’an, tetapi diarahkan untuk melahirkan masyarakat yang menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup sekaligus fondasi dalam membangun peradaban Islam.

Beliau menegaskan bahwa sistematika dakwah tersebut meneladani manhaj wahyu sebagaimana yang dicontohkan Rasulullah ﷺ, dimulai dari proses tilawah, dilanjutkan tazkiyatun nafs, kemudian ta’lim al-kitab wal hikmah, hingga melahirkan pribadi dan masyarakat yang berperadaban.

Untuk mewujudkan visi tersebut, Grand MBA dibangun di atas nilai-nilai kenabian yang meliputi keikhlasan dalam beramal, empati aktif terhadap umat, fokus pada pembinaan yang berkesinambungan, serta ekosistem dakwah yang penuh kasih sayang dan saling menguatkan.

Dalam forum tersebut juga dipaparkan desain strategis Grand MBA yang menekankan pentingnya penguatan ekosistem dakwah melalui sinergi berbagai unsur. Gerakan ini mengintegrasikan aspek manhaj, aplikasi program, branding gerakan, media, riset dan evaluasi, hingga ekosistem pembinaan, sehingga dakwah tidak berjalan secara parsial, melainkan menjadi sebuah sistem yang saling menguatkan.

Sebagai implementasi di lapangan, Hidayatullah mengembangkan dua instrumen utama, yaitu Rumah Qur’an Hidayatullah (RQH) dan Majelis Al-Qur’an Hidayatullah (MQH).

Rumah Qur’an Hidayatullah diposisikan sebagai basis pembinaan yang memiliki lokasi tetap, kurikulum, pengelola, dan program yang terstruktur. Di dalamnya terdapat model bertingkat, mulai dari Base Camp, Model Bintang, Model Bunga, hingga Model Bintang Cabang, sehingga mampu menjangkau lebih banyak masyarakat melalui pembinaan yang sistematis.

Sementara itu, Majelis Al-Qur’an Hidayatullah menjadi wadah dakwah yang lebih fleksibel. Kegiatan belajar Al-Qur’an dapat diselenggarakan di rumah-rumah warga, masjid, perkantoran, sekolah, kampus, maupun komunitas lainnya, sehingga dakwah Al-Qur’an semakin mudah diakses oleh seluruh lapisan masyarakat.

Rakor juga membahas pentingnya konsolidasi struktur penggerak mulai dari tingkat pusat, wilayah, daerah hingga unit pelaksana. Dengan struktur yang solid, koordinasi program, monitoring, evaluasi, serta pengembangan jaringan diharapkan dapat berjalan lebih efektif.

Selain itu, peserta mendapatkan panduan mengenai standar pendirian Rumah Qur’an Hidayatullah, mulai dari proses inisiasi, legalitas, administrasi, penyusunan kurikulum, hingga sistem pelaporan sebagai acuan dalam pengembangan RQH di masing-masing daerah.

Melalui Grand MBA, Hidayatullah menargetkan percepatan lahirnya ribuan pusat pembinaan Al-Qur’an di seluruh Indonesia. Target besar tersebut diyakini hanya dapat dicapai melalui keterlibatan seluruh struktur dakwah, kader, serta partisipasi aktif masyarakat.

Menutup Rakor, Ustadz Suharto mengajak seluruh peserta menjadikan Rumah Qur’an sebagai gerakan bersama untuk membangun peradaban Islam.

“Rumah Qur’an bukan sekadar tempat belajar membaca Al-Qur’an. Ia adalah pusat pembinaan umat yang akan melahirkan generasi beriman, berilmu, berakhlak, dan siap menjadi bagian dari kebangkitan peradaban Islam. Karena itu, setiap daerah harus mengambil peran dalam menyukseskan Grand MBA melalui penguatan Rumah Qur’an Hidayatullah,” tegasnya.

Rakor ini diharapkan menjadi titik awal percepatan pengembangan Rumah Qur’an Hidayatullah di seluruh Jawa Tengah, sehingga dakwah Al-Qur’an semakin luas jangkauannya dan mampu menghadirkan perubahan nyata bagi masyarakat.

Reporter : EE