Oleh : Masrukin Ali Syafi’i, M.Pd. *)
Orang tua memiliki peran mendasar dalam menentukan arah perkembangan pendidikan anak. Dalam perspektif Islam, ayah dan ibu bukan sekadar memenuhi kebutuhan fisik dan pendidikan formal, tetapi juga bertanggung jawab menanamkan akidah, membentuk akhlak, serta membimbing anak agar tumbuh menjadi generasi yang saleh dan tangguh.
Hal tersebut menjadi pokok pembahasan Ustadz Masrukhin Ali Syafi’i, Anggota Dewan Murabbi Wilayah Hidayatullah Jawa Tengah, dalam materi bertajuk “Peran Orang Tua dalam Pendampingan Perkembangan Pendidikan Anak.”
Ia menekankan bahwa orang tua merupakan pendidik pertama dan utama bagi anak. Karena itu, pendampingan pendidikan harus berlandaskan petunjuk Al-Qur’an dan sunah Rasulullah ﷺ.
Menjaga Keluarga dan Menanamkan Tauhid
Salah satu tanggung jawab utama orang tua adalah menjaga diri dan keluarga dari api neraka, sebagaimana firman Allah dalam Surah At-Tahrim ayat 6. Tanggung jawab tersebut diwujudkan melalui upaya menanamkan ketaatan kepada Allah sekaligus menjauhkan anggota keluarga dari perbuatan maksiat.
Pendidikan keluarga juga perlu menjadikan nasihat Luqman Al-Hakim kepada anaknya dalam Surah Luqman ayat 13–19 sebagai teladan. Nasihat tersebut mencakup larangan menyekutukan Allah, berbakti kepada orang tua, mendirikan salat, mengajak kepada kebaikan, menjauhi kemungkaran, serta menghindari kesombongan.
Selain itu, anak perlu dibiasakan bersikap rendah hati, sederhana dalam berjalan, dan santun dalam berbicara.
Nilai-nilai tersebut menunjukkan bahwa pendidikan anak tidak cukup hanya berorientasi pada pencapaian akademik. Pembentukan akidah, ibadah, dan akhlak harus berjalan beriringan agar anak memiliki landasan moral yang kuat dalam menjalani kehidupan.
Menyiapkan Generasi yang Kuat dan Berdaya
Tanggung jawab pendidikan juga berkaitan dengan upaya menyiapkan generasi yang kuat. Dalam Surah An-Nisa ayat 9, Allah mengingatkan agar manusia tidak meninggalkan keturunan dalam keadaan lemah.
Pesan ini menjadi pengingat bahwa orang tua perlu memperhatikan perkembangan anak secara menyeluruh, meliputi kekuatan akidah, kesehatan fisik, kematangan mental, kemampuan menjalani kehidupan, serta kemandirian.
Anak tidak cukup hanya dibekali pengetahuan, tetapi juga perlu dipersiapkan agar mampu menghadapi tantangan, mengambil keputusan secara bertanggung jawab, dan tidak mudah menjadi pihak yang tertindas atau tidak berdaya.
Al-Qur’an juga mengingatkan dalam Surah Al-Anfal ayat 27–28 agar orang beriman tidak mengkhianati amanah. Anak merupakan titipan Allah yang harus dijaga dan dididik dengan sungguh-sungguh. Karena itu, pengasuhan bukan sekadar kewajiban sesaat, melainkan amanah yang menuntut kesungguhan dan tanggung jawab orang tua.
Membiasakan Ibadah dan Memberikan Keteladanan
Dalam hadis, Rasulullah ﷺ memerintahkan orang tua membiasakan anak mendirikan salat sejak usia tujuh tahun. Ketika anak mencapai usia sepuluh tahun, orang tua diperintahkan memberikan disiplin terkait pelaksanaan salat serta memisahkan tempat tidur anak-anak.
Prinsip tersebut menunjukkan pentingnya pendidikan yang bertahap sesuai perkembangan usia. Pembiasaan ibadah, penjagaan adab, dan penanaman tanggung jawab perlu dilakukan secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari.
Keteladanan orang tua juga menjadi bagian penting dalam proses tersebut. Anak tidak hanya belajar dari nasihat yang didengar, tetapi juga dari perilaku yang dilihat secara langsung di rumah.
Karena itu, orang tua perlu membiasakan kejujuran, kedisiplinan, kesantunan, dan akhlak mulia dalam keseharian. Ketika orang tua menginginkan anak tumbuh menjadi pribadi yang baik, mereka perlu terlebih dahulu menghadirkan contoh nyata dari nilai-nilai yang diajarkan.
Sinergi Ayah dan Ibu dalam Pendidikan Anak
Pendampingan pendidikan anak membutuhkan kerja sama ayah dan ibu. Pengasuhan tidak seharusnya dibebankan hanya kepada salah satu pihak, sebab keduanya memiliki tanggung jawab dalam membangun lingkungan keluarga yang mendukung pertumbuhan anak.
Ayah dan ibu perlu menyepakati nilai-nilai yang ditanamkan, aturan yang diterapkan, serta cara mendampingi anak ketika menghadapi persoalan pendidikan maupun perkembangan perilaku.
Pendampingan juga perlu menyesuaikan tahapan usia. Pada masa awal pertumbuhan, anak membutuhkan kasih sayang, ruang bermain, dan kedekatan dengan orang tua. Seiring bertambahnya usia, mereka perlu dibimbing memahami aturan, kedisiplinan, dan tanggung jawab. Ketika memasuki usia remaja, anak perlu diajak berdialog dan dilibatkan dalam musyawarah agar berkembang menjadi pribadi yang matang dan mandiri.
Di samping ikhtiar tersebut, doa menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pendidikan keluarga. Orang tua perlu menyadari bahwa usaha mendidik harus disertai permohonan kepada Allah agar anak dikaruniai kesalehan dan menjadi penyejuk hati, sebagaimana doa yang termaktub dalam Surah Al-Furqan ayat 74.
Dengan demikian, pendampingan pendidikan anak dalam Islam merupakan proses menyeluruh yang melibatkan keteladanan, pembiasaan, nasihat, kedisiplinan, kasih sayang, dan doa. Sinergi orang tua dengan lembaga pendidikan diharapkan mampu membentuk generasi yang kuat akidahnya, mulia akhlaknya, baik pendidikannya, serta siap memberikan kontribusi positif bagi umat dan masyarakat.
