SEMARANG (hidayatullahjateng.or.id) – Di tengah kekhawatiran meningkatnya penggunaan gawai pada masa liburan sekolah, Rumah Qur’an Al Fath menghadirkan alternatif pembinaan yang produktif melalui Karantina Tahfidz 2026. Selama tujuh hari, mulai 27 Juni hingga 3 Juli 2026, sebanyak 50 santri mengikuti program pembinaan intensif yang memadukan pendidikan Al-Qur’an,pembentukan karakter, dan penguatan keterampilan hidup.
Mengusung semangat “Liburan Bermakna Bersama Al-Qur’an”, program ini tidak hanya berorientasi pada pencapaian target hafalan, tetapi juga membangun fondasi keimanan, akhlak, kedisiplinan, kemandirian, serta kecintaan kepada ilmu. Sejak fajar hingga malam hari, para santri menjalani rangkaian kegiatan yang disusun secara sistematis sehingga setiap waktu menjadi ruang belajar, beribadah, dan bertumbuh.

Selama karantina, para santri mengikuti berbagai agenda pembinaan, di antaranya tahfidz dan murojaah Al-Qur’an, hafalan hadits, pembinaan iman dan akhlak, praktik fiqih seperti wudhu dan shalat, public speaking, olahraga, rihlah edukatif, serta berbagai perlombaan yang menumbuhkan kreativitas, kerja sama, kepemimpinan, dan tanggung jawab. Seluruh rangkaian tersebut dirancang untuk membentuk pribadi muslim yang tidak hanya cerdas dalam hafalan, tetapi juga kuat dalam akhlak dan siap mengamalkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari.
Salah satu program unggulan yang menjadi daya tarik Karantina Tahfidz tahun ini adalah Liga Hafalan Hadits, sebuah kompetisi edukatif yang dirancang untuk menanamkan semangat fastabiqul khairat dalam diri para santri.
Dari 50 peserta karantina, sebanyak 20 santri mengikuti liga tersebut dengan antusias. Selama tujuh hari, mereka berlomba menambah hafalan hadits, menyetorkan hafalan setiap hari, dan berusaha mempertahankan posisi terbaik pada papan peringkat yang diperbarui secara berkala.
Alhamdulillah, capaian para peserta sangat menggembirakan. Beberapa santri berhasil menghafal puluhan hadits, bahkan peringkat pertama dan kedua mampu menyelesaikan hafalan sebanyak 100 hadits hanya dalam waktu tujuh hari. Prestasi ini menjadi bukti bahwa pembinaan yang terarah, suasana belajar yang kondusif, serta motivasi yang tepat mampu melahirkan semangat belajar yang luar biasa pada diri anak-anak.
Lebih dari sekadar perlombaan, Liga Hafalan Hadits menjadi media pembinaan agar para santri semakin mencintai sunnah Rasulullah ﷺ, memahami kandungan hadits, serta terdorong untuk mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Selain kegiatan akademik, para santri juga mendapatkan pengalaman belajar yang menyenangkan melalui Rihlah Edukatif di Ngrembel Asri, Gunungpati. Kegiatan tersebut menjadi sarana untuk mentadabburi ciptaan Allah, mempererat ukhuwah, menyegarkan fisik dan pikiran, sekaligus membangun kebersamaan di antara para peserta.
Pada malam penutupan, suasana semakin semarak melalui Lomba Memasak Santri, sebuah kegiatan yang melatih kreativitas, komunikasi, kepemimpinan, serta kemampuan bekerja sama dalam tim. Kegiatan sederhana ini menjadi bukti bahwa pendidikan Islam tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga melalui pengalaman nyata yang membentuk karakter dan keterampilan hidup.
Dalam sambutannya pada acara penutupan, Ketua Yayasan Rumah Qur’an Al Fath, Ustadz Robiul Ngalim, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa keberhasilan sebuah program pembinaan tidak semata-mata diukur dari banyaknya hafalan yang diperoleh santri :
“Keberhasilan Karantina Tahfidz bukan hanya diukur dari bertambahnya hafalan Al-Qur’an maupun hadits. Yang jauh lebih penting adalah tumbuhnya kecintaan kepada Al-Qur’an dan As-Sunnah, terbentuknya akhlak mulia, meningkatnya kedisiplinan, kemandirian, semangat beribadah, serta lahirnya kebiasaan-kebiasaan baik yang terus mereka bawa setelah kembali ke rumah. Inilah investasi pendidikan yang sesungguhnya,” ungkapnya.
Beliau juga mengajak para orang tua untuk terus melanjutkan pembinaan yang telah dimulai selama karantina. Menurutnya, sinergi antara lembaga pendidikan dan keluarga merupakan kunci utama dalam melahirkan generasi Qur’ani yang kokoh iman, luas ilmu, dan mulia akhlaknya.
Karantina Tahfidz 2026 menjadi salah satu bentuk ikhtiar Rumah Qur’an Al Fath dalam menghadirkan pendidikan Islam yang relevan dengan tantangan zaman. Di saat banyak anak menghabiskan masa liburan dengan gawai dan hiburan digital, program ini menghadirkan lingkungan yang mendidik, membangun karakter, serta menanamkan kecintaan kepada Al-Qur’an dan sunnah Rasulullah ﷺ.
Keberhasilan penyelenggaraan program ini tidak lepas dari dukungan dan kepercayaan para orang tua, para muhsinin, serta seluruh pihak yang turut berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan.
Rumah Qur’an Al Fath berharap Karantina Tahfidz tidak berhenti sebagai agenda tahunan semata, tetapi menjadi bagian dari gerakan bersama dalam membangun generasi Qur’ani yang siap menjadi pemimpin umat di masa depan.
Sebagaimana firman Allah SWT :
“Sesungguhnya Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat.” (QS. Al-Mujadilah: 11).
Dengan berakhirnya Karantina Tahfidz 2026, semangat para santri diharapkan tidak ikut berakhir. Justru dari sinilah dimulai perjalanan panjang untuk terus menjaga hafalan, mengamalkan ilmu, serta menjadi pribadi yang memberi manfaat bagi agama, masyarakat, bangsa, dan umat.
Reporter : Adrian Nur Muhammad
