Rakerwil Hidayatullah Jawa Tengah 2026 Tekankan Kemandirian Ekonomi Organisasi

Semarang (hidayatullahjateng.or.id) — Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Hidayatullah Jawa Tengah menggelar Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Hidayatullah Jawa Tengah 2026 sebagai bagian dari agenda konsolidasi dan transformasi organisasi. Kegiatan ini dilaksanakan pada Jum’at–Sabtu, 25–26 Sya’ban 1447 H atau bertepatan dengan 13–14 Februari 2026, bertempat di Gedung Kartini BBPMP Provinsi Jawa Tengah, Semarang.

Rakerwil diikuti oleh unsur strategis organisasi, meliputi Dewan Murabbi Wilayah (DMW), DPW, DPD se-Jawa Tengah, organisasi pendukung tingkat wilayah (Muslimat dan Pemuda), Kampus Madya, amal usaha dan badan usaha tingkat wilayah, serta petugas perintisan daerah.

Dalam arahannya, pendamping Rakerwil dari Dewan Pengurus Pusat (DPP), Drs. H. Wahyu Rahman, M.E, menegaskan bahwa kemandirian ekonomi merupakan salah satu pilar utama dalam menopang keberlangsungan dan efektivitas program organisasi.

Menurutnya, organisasi dakwah tidak cukup hanya kuat secara ideologis dan struktural, tetapi harus didukung oleh sistem ekonomi yang mandiri, profesional, dan berkelanjutan. Kemandirian ekonomi dinilai akan memberikan keleluasaan bagi organisasi dalam menjalankan program dakwah, pendidikan, dan pelayanan umat secara konsisten dan berdampak luas.

“Penguatan ekonomi organisasi bukan sekadar pelengkap, tetapi fondasi strategis agar seluruh program dapat berjalan secara optimal dan berkesinambungan,” tegasnya.

Ia juga mendorong seluruh jajaran pengurus di tingkat wilayah dan daerah untuk mengoptimalkan potensi ekonomi yang dimiliki, baik melalui penguatan badan usaha, amal usaha, maupun tata kelola sumber daya yang lebih produktif, transparan, dan akuntabel.

Rakerwil mengusung tema “Konsolidasi Jatidiri dan Transformasi Organisasi menuju Hidayatullah Mandiri dan Berpengaruh”, yang menjadi penegasan komitmen bersama seluruh elemen organisasi untuk memperkuat peran dan kontribusi Hidayatullah di tengah masyarakat, khususnya melalui penguatan sektor ekonomi sebagai penopang utama gerak organisasi.

*/EE