BANJARNEGARA (hidayatullahjateng.or.id) — SD Islam Integral Hidabara (Hidayatullah Banjarnegara) menggelar Akhirussanah ke-IV sebagai momentum kelulusan dan pelepasan siswa kelas VI Tahun Pelajaran 2025/2026 di Aula Cabang Dinas Pendidikan Wilayah IX Jawa Tengah, Selasa (23/6/2026). Mengusung tema “Berawal dari Iman, Berproses dengan Adab, Berbuah Prestasi”, kegiatan tersebut dihadiri sekitar 262 peserta yang terdiri atas siswa, orang tua, guru, pengurus yayasan, serta para tamu undangan.
Acara berlangsung khidmat dan sarat dengan pesan pendidikan Islam yang menekankan pentingnya membangun generasi berkarakter melalui sinergi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat.
Ketua Yayasan Al-Bayyinah Hidabara, Ust. Imam Suja’i, S.Pt., dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya Akhirussanah sekaligus mengucapkan terima kasih kepada seluruh orang tua yang telah mempercayakan pendidikan putra-putrinya kepada SD Islam Integral Hidayatullah Banjarnegara selama enam tahun.
Ia menegaskan bahwa Yayasan Al-Bayyinah berkomitmen membangun peradaban Islam melalui pendidikan yang berlandaskan nilai-nilai tauhid. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pengembangan jenjang pendidikan mulai dari PAUD Integral Yaa Bunayya, SD Islam Integral, hingga MTs Ummul Quro.
“Pendidikan tidak hanya bertujuan melahirkan anak yang cerdas secara akademik, tetapi juga menjaga fitrah mereka sebagai hamba Allah melalui konsep Pendidikan Integral Berbasis Tauhid (PIBT), sehingga tumbuh menjadi pribadi yang amanah, jujur, dan berkarakter Islami,” ujarnya.
Di akhir sambutan, Imam Suja’i mengapresiasi meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pendidikan Hidayatullah dari tahun ke tahun. Ia juga menyampaikan permohonan maaf atas berbagai kekurangan dalam pelayanan pendidikan serta berharap sinergi antara sekolah, yayasan, dan orang tua terus terjalin demi melahirkan generasi yang saleh, berilmu, dan bermanfaat bagi agama, bangsa, dan masyarakat.
Sementara itu, Korwil Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Kecamatan Bawang, Binarso, S.Pd., memberikan apresiasi atas keberhasilan SD Islam Integral mendidik siswa selama enam tahun melalui kolaborasi yang baik antara sekolah dan keluarga.
Menurutnya, keberhasilan pendidikan tidak dapat dipisahkan dari keterlibatan aktif orang tua dalam memberikan teladan, pembinaan, dan pengawasan terhadap anak-anak.
Ia juga mengungkapkan bahwa SD Islam Integral berhasil mencatatkan prestasi akademik membanggakan melalui hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang berada di atas rata-rata dan masuk sepuluh besar tingkat Kecamatan Bawang.
“Pencapaian ini menunjukkan kualitas pembelajaran yang terus berkembang dan menjadi bukti bahwa kepercayaan masyarakat kepada SD Islam Integral berada pada tempat yang tepat,” katanya.
Kepada para orang tua, Binarso mengingatkan bahwa kelulusan bukanlah akhir dari tanggung jawab pendidikan. Ia mengajak orang tua untuk terus mendampingi anak menghadapi tantangan pergaulan pada jenjang pendidikan berikutnya dengan menjadikan keimanan dan akhlak sebagai fondasi utama kehidupan.
Ia juga berpesan kepada para lulusan agar senantiasa menghormati orang tua dan guru, rajin belajar, bekerja keras meraih cita-cita, serta menjaga akhlak mulia di mana pun berada.
Penasehat Yayasan Al-Bayyinah Hidabara, Mulyadi, M.M., dalam sambutannya mengenang perjuangan awal berdirinya SD Islam Integral Hidayatullah Banjarnegara, mulai dari proses memperoleh izin operasional hingga mendapatkan pengakuan resmi dari pemerintah.
Menurutnya, perkembangan sekolah menjadi bukti kerja keras seluruh pengurus, guru, dan masyarakat yang mendukung hadirnya pendidikan Islam berkualitas di Banjarnegara.
Saat ini, SD Islam Integral Hidayatullah memiliki sekitar 148 peserta didik yang berasal dari berbagai wilayah Kabupaten Banjarnegara. Dengan dukungan tenaga pendidik profesional, sarana prasarana yang memadai, dan kurikulum yang terus berkembang, ia optimistis sekolah mampu mencetak generasi yang cerdas, beriman, beradab, dan berakhlak mulia.
Dalam sesi mau’idzah hasanah, Ust. Masrukin Ali Syafi’i, M.Pd. dari Kalam Instutut sekaligus anggota DMW Hidayatullah Jawa Tengah menekankan bahwa keberhasilan pendidikan harus dibangun melalui tiga tahapan utama, yaitu iman sebagai pondasi, adab sebagai proses, dan prestasi sebagai buahnya.
Menurutnya, prestasi tanpa keimanan dan akhlak yang kuat tidak akan melahirkan keberhasilan yang hakiki.
“Iman adalah akar kehidupan. Dari iman lahir adab, dan dari adab akan tumbuh prestasi yang membawa keberkahan,” tuturnya.
Ia mengajak para orang tua untuk terus melanjutkan pendidikan karakter di rumah melalui komunikasi yang baik dengan anak-anak, terutama saat memasuki usia remaja. Meneladani kisah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS, hubungan orang tua dan anak hendaknya dibangun dengan kasih sayang, musyawarah, dan pendampingan yang berkesinambungan.
Selain itu, ia mengingatkan pentingnya menjaga shalat sebagai prioritas utama dalam keluarga serta menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup agar lahir generasi yang saleh, mencintai Al-Qur’an, dan mampu memberi manfaat bagi umat.

Kesan mendalam juga disampaikan salah seorang wali murid, Sigit Sugianto, S.Pd. Menurutnya, selama belajar di SD Islam Integral, anak-anak tidak hanya memperoleh ilmu pengetahuan umum, tetapi juga pembinaan akidah, pembiasaan ibadah, adab Islami, serta hafalan Al-Qur’an.
Ia mengungkapkan kebanggaannya karena terdapat siswa yang telah memiliki hafalan tiga hingga lima juz Al-Qur’an. Salah satunya adalah Farisa Azka Najihah yang telah menyelesaikan tasmi’ tiga juz.
Sigit turut mengapresiasi dedikasi para ustaz dan ustazah yang mendidik dengan penuh kesabaran dan kasih sayang. Ia berharap seluruh guru tetap istiqamah menjadi pelita peradaban Islam serta senantiasa diberikan kesehatan dan keikhlasan dalam mendidik generasi penerus.
Menutup pesannya, ia mengajak para lulusan menjadikan kelulusan sebagai awal perjuangan yang lebih besar dengan tetap menjaga shalat lima waktu, meningkatkan hafalan Al-Qur’an, menjaga adab dan akhlak, serta membawa nama baik almamater di mana pun melanjutkan pendidikan.
Akhirussanah ke-IV SD Islam Integral Hidabara menjadi momentum syukur atas selesainya jenjang pendidikan dasar sekaligus pengingat bahwa keberhasilan sejati bukan hanya diukur dari capaian akademik, melainkan dari lahirnya generasi yang beriman, beradab, dan berprestasi. Semangat inilah yang terus diusung SD Islam Integral Hidayatullah Banjarnegara dalam ikhtiarnya mencetak generasi Qurani yang siap menghadapi tantangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai Islam.
reporter Muh. bakri Sidik
