BATANG (hidayatullahjateng.or.id) — SD Integral Hidayatullah (SDIH) Luqman Al Hakim Batang menggelar In House Training (IHT) bagi para ustadz dan ustadzah pada Selasa, 23 Juni 2026. Kegiatan yang berlangsung di lingkungan sekolah tersebut mengusung tema “Culture of Excellence” sebagai ikhtiar membangun budaya kerja positif dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan.
Sebanyak 20 guru mengikuti kegiatan yang dirancang untuk memperkuat pemahaman tentang budaya kerja sekolah sekaligus menyamakan persepsi dalam mewujudkan visi pendidikan Hidayatullah.
Kepala SDIH Luqman Al Hakim Batang, Ali Mustakim, S.Pd.I, dalam sambutannya menegaskan bahwa keberhasilan sebuah lembaga pendidikan tidak hanya ditentukan oleh program kerja yang baik, tetapi juga oleh budaya kerja yang tumbuh dan dijalankan secara konsisten oleh seluruh sumber daya manusia di dalamnya.
Menurutnya, budaya kerja yang positif akan menjadi ekosistem pendukung yang memperkuat berbagai program unggulan sekolah.
“Sekolah membutuhkan budaya kerja yang positif sebagai ekosistem pendukung bagi terwujudnya program-program unggulan. Ketika seluruh guru memiliki semangat dan budaya kerja yang sama, maka tujuan pendidikan akan lebih mudah dicapai,” ujarnya.
Pada sesi utama, materi disampaikan oleh Kadiv. Pelatihan dan Pengembangan Kalam Institut, Usman W., M.Pd., C.IEC. yang mengangkat pentingnya membangun karakter guru sebagai fondasi utama budaya sekolah.
Dalam pemaparannya, ia menjelaskan enam karakter yang menjadi kompas bagi guru teladan, yaitu Taat, Amanah, Unggul, Harmonis, Inovatif, dan Dinamis.
Menurutnya, guru bukan hanya bertugas menyampaikan ilmu, tetapi juga menjadi teladan yang mencerminkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari.
“Budaya kerja yang baik harus dimulai dari pribadi guru. Ketika guru memiliki karakter yang kuat, maka nilai-nilai tersebut akan menular kepada peserta didik dan membentuk budaya sekolah yang sehat,” jelasnya.

Selain itu, peserta juga mendapatkan penguatan mengenai budaya khas sekolah-sekolah Hidayatullah yang dikenal dengan konsep 5S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan, dan Santun) serta nilai-nilai Islamiyah, Ilmiah, dan Alamiah.
Usman menjelaskan bahwa budaya tersebut bukan sekadar slogan, melainkan harus diwujudkan dalam perilaku sehari-hari seluruh warga sekolah, baik dalam interaksi antar guru, dengan peserta didik, maupun dengan orang tua siswa.
Melalui budaya yang kuat, sekolah diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang nyaman, produktif, dan kondusif bagi tumbuhnya generasi yang berakhlak mulia dan berprestasi.
Salah satu peserta, Lifa Yuliana, S.Pd., mengaku mendapatkan wawasan baru mengenai budaya kerja sekolah di lingkungan Hidayatullah.
“Kegiatan ini menambah wawasan baru bagi kami mengenai budaya kerja sekolah di bawah Hidayatullah. Dengan adanya wawasan tersebut, kami menjadi lebih memahami dan termotivasi untuk melaksanakannya dalam aktivitas sehari-hari di sekolah,” tuturnya.
Melalui kegiatan ini, SDIH Luqman Al Hakim Batang berharap seluruh guru semakin memahami pentingnya budaya kerja sebagai bagian dari profesionalisme pendidik, sehingga mampu menghadirkan layanan pendidikan yang unggul serta memberikan dampak positif bagi peserta didik dan masyarakat.
Dengan budaya kerja yang kuat, sekolah optimistis dapat terus berkembang menjadi lembaga pendidikan yang bermutu, berkarakter, dan mampu melahirkan generasi terbaik untuk umat dan bangsa.
Reporter : Ali Mustakim
