Buka Bersama Nuzulul Qur’an Satukan Jamaah di Ponpes Al Burhan

Semarang (Hidayatullahjateng.or.id) – Suasana hangat penuh kebersamaan terasa di Pondok Pesantren Tahfizh Al Burhan. Para jamaah berkumpul dalam agenda Buka Puasa Bersama sekaligus Peringatan Nuzulul Qur’an yang diselenggarakan oleh DPD Hidayatullah Kota dan Kabupaten Semarang bersama sejumlah mitra sinergi.

Kegiatan ini terlaksana berkat kolaborasi berbagai elemen dakwah, di antaranya Yayasan Al Burhan, BMH, BTH, Pos Dai, Pemuda Hidayatullah, Rumah Qur’an, Mushida, dan SRU Hidayatullah Kota Semarang.

Selain menjadi momentum berbuka puasa bersama, kegiatan ini juga menjadi ruang silaturahim dan penguatan nilai-nilai Al-Qur’an bagi jamaah yang hadir.

Ceramah disampaikan oleh Ust. Masrukin Ali Syafi’i, M.Pd yang mengajak jamaah kembali memahami makna turunnya Al-Qur’an sebagai petunjuk hidup manusia.
Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa Al-Qur’an diturunkan melalui dua tahapan.

Pertama, Al-Qur’an diturunkan secara sekaligus dari Lauh Mahfudz ke Baitul Izzah di langit dunia.

Kedua, Al-Qur’an kemudian diturunkan secara berangsur-angsur kepada Nabi Muhammad ﷺ melalui Malaikat Jibril sesuai dengan kebutuhan umat pada masa itu.

Beliau juga menjelaskan bahwa proses turunnya wahyu memiliki hikmah besar dalam membimbing masyarakat yang saat itu masih berada dalam kondisi jahiliah.

“Al-Qur’an hadir untuk mengubah peradaban manusia. Ia bukan sekadar bacaan, tetapi petunjuk menuju kebahagiaan tanpa batas,” jelasnya di hadapan jamaah.” Urai beliau.

Dalam ceramahnya, ia menegaskan beberapa fungsi utama Al-Qur’an, di antaranya sebagai petunjuk bagi manusia, penuntun menuju jalan yang lurus, sekaligus obat dan rahmat bagi hati manusia.

Selain itu, Al-Qur’an juga menjadi mukjizat terbesar Rasulullah SAW yang akan tetap terjaga hingga hari kiamat.

Di antara peserta yang hadir, Axelle (Kelas 9) dari Kendal mengaku sangat senang mengikuti kegiatan tersebut.

“Saya senang ikut buka bersama seperti ini. Selain bisa bertemu jamaah Hidayatullah dari luar kampus, juga dapat ilmu dari ustadz yang menyampaikan ceramah,” ujarnya dengan wajah ceria.

Ketua DPD Hidayatullah Kota Semarang, Ust. Eko Zainuri, dalam kesempatan tersebut menyampaikan harapan agar keberkahan Ramadhan turut menguatkan langkah pengembangan pesantren.

Ia berharap dua agenda besar Ponpes Tahfizh Al Burhan, yaitu pembebasan penambahan luas lahan untuk asrama santri putri serta pembangunan gedung pendidikan lantai dua dan tiga, dapat segera terwujud setelah Ramadhan.

“Kami berharap doa dan dukungan dari seluruh jamaah agar ikhtiar pengembangan pesantren ini bisa segera terealisasi, sehingga semakin banyak generasi Qur’ani yang dapat dididik di tempat ini,” harapnya.

Momentum Nuzulul Qur’an pada Ramadhan ini menjadi pengingat bagi umat Islam untuk semakin dekat dengan Al-Qur’an, tidak hanya dengan membacanya, tetapi juga memahami dan mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari, Pungkas Eko, sapaan akrabnya.

Reporter : Yusran Yauma