SEMARANG (hidayatullahjateng.or.id) — Departemen Pendidikan dan Pesantren (Depdiktren) Hidayatullah Jawa Tengah bekerja sama dengan PT Mentari menyelenggarakan In House Training (IHT) Guru Bahasa Inggris pada Sabtu, 11 April 2026, di Gedung Dakwah Hidayatullah Jawa Tengah.
Mengusung tema “Standardisasi Skill Guru Bahasa Inggris untuk Peningkatan Mutu Layanan Pendidikan”, kegiatan ini diikuti oleh 33 peserta yang terdiri atas kepala sekolah dan guru Bahasa Inggris dari jenjang SD hingga SMA di lingkungan Pendidikan Integral Berbasis Tauhid (PIBT) Hidayatullah Jawa Tengah.
Pelatihan ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas pembelajaran Bahasa Inggris melalui penguatan kompetensi guru, pengembangan metode pembelajaran, penyusunan materi ajar yang efektif, serta pemanfaatan teknologi dalam proses belajar mengajar.
Dalam sambutannya, Ust. Wuryantoro, S.Pd.I., Bidang Pengembangan Kepemimpinan dan SDI Depdiktren Hidayatullah Jawa Tengah, menegaskan bahwa penguasaan Bahasa Inggris menjadi salah satu kompetensi penting yang harus dimiliki guru di tengah era globalisasi dan transformasi digital.
Menurutnya, peningkatan kemampuan guru tidak cukup berhenti pada penguasaan teori, tetapi harus mampu meningkatkan keterampilan komunikasi sekaligus menghadirkan pembelajaran yang menarik dan bermakna bagi peserta didik.
“Pelatihan ini merupakan bagian dari ikhtiar meningkatkan mutu pendidikan melalui penguatan kapasitas guru. Harapannya, Bahasa Inggris tidak lagi menjadi mata pelajaran yang dianggap sulit, tetapi menjadi pembelajaran yang menyenangkan sekaligus mampu menghasilkan lulusan yang memiliki kemampuan berbahasa Inggris,” ujarnya.

Materi utama disampaikan oleh Mrs. Siska Melia, instruktur dari PT Mentari. Dalam pemaparannya, ia mengajak para peserta membangun kesamaan mindset sebagai pendidik sebelum membahas aspek teknis pembelajaran.
Menurutnya, setiap guru perlu memahami karakteristik peserta didik pada setiap jenjang pendidikan sehingga strategi pembelajaran yang digunakan benar-benar sesuai dengan kebutuhan mereka.
Ia juga menekankan bahwa pembelajaran Bahasa Inggris hendaknya lebih berorientasi pada penguasaan keterampilan berbahasa, khususnya listening dan reading, bukan sekadar mengejar aspek akademik atau penyelesaian materi.
Selain itu, guru didorong untuk menghadirkan pembelajaran yang kreatif, kontekstual, dan menyenangkan sesuai dengan usia peserta didik. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah menyediakan media audio di setiap ruang kelas guna mendukung pengembangan kemampuan listening secara optimal.
Lilis Budiarsih, S.Pd., guru Bahasa Inggris SMP Luqman Al Hakim Purwodadi, mengaku pelatihan tersebut memberikan banyak inspirasi dalam mengembangkan proses belajar mengajar di kelas.
“Pelatihan ini membuat guru lebih kreatif dalam merancang pembelajaran sehingga siswa lebih mudah memahami materi dan kemampuan berbahasa Inggris yang diharapkan dapat tercapai. Ke depan kami berharap ada pelatihan lanjutan mengenai pengembangan media pembelajaran berbasis teknologi informasi,” tuturnya.
Hal senada disampaikan Fais Abror, guru SD Tahfidz Luqman Al Hakim Kudus. Ia menilai pelatihan tersebut sangat bermanfaat dalam meningkatkan kompetensi guru Bahasa Inggris.
Menurutnya, buku yang diterbitkan PT Mentari layak dijadikan buku pendamping pembelajaran di jaringan sekolah PIBT Hidayatullah. Ia juga mengapresiasi komitmen PT Mentari yang membuka ruang konsultasi bagi para guru setelah pelatihan berlangsung.
Sementara itu, Eka Ristiana, S.Pd., guru SD Islam Integral Luqman Al Hakim Purwodadi, mengungkapkan bahwa pelatihan ini memberikan pemahaman yang lebih utuh mengenai pemanfaatan perangkat pembelajaran dari PT Mentari.
Ia berharap ke depan materi yang terdapat dalam buku dapat semakin diselaraskan dengan kurikulum nasional sehingga implementasinya di sekolah menjadi lebih optimal.
Melalui pelatihan ini, Depdiktren Hidayatullah Jawa Tengah berharap terbangun standar kompetensi guru Bahasa Inggris yang semakin baik di seluruh jaringan sekolah Hidayatullah. Dengan guru yang terus bertumbuh dan meningkatkan kompetensinya, kualitas layanan pendidikan diharapkan semakin meningkat serta mampu melahirkan lulusan yang siap menghadapi tantangan global tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman.
Reporter : Imam Suja’i
